35 afaLaa yashkuruuna 36 subHaanalladhiy khalaqaL azwaaja kullahaa mimmaa tumbituL arDu wa min anfusihim wa mimmaa Laa ya' Ålamuuna 37 wa aayatul lahumullaylu naslakhu minhunnahaara faidhaa hum muZlimuuna. Dalam definisi bid’ ah yang dikemukakan oleh para ulama’ di atas, bukankah bisa difahami bahwa perkara baru atau perkara yang tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW itu dibagi dua yaitu perkara baru yang sama sekali tidak ada dasarnya dalam syare’ at dan perkara baru yang ada dasarnya dalam syare’ at.